Sebuah momentum penting untuk pengelolaan hutan Maluku yang berkelanjutan dimulai pada 13 Januari 2026, saat Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) menyambut kunjungan kerja resmi dari Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XVI Ambon, menegaskan komitmen nyata antara dunia akademis dan instansi pemerintah dalam menjaga kekayaan hutan Indonesia.
Kepemimpinan Baru, Semangat Baru
Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi memperkenalkan Kepala BPHL Wilayah XVI Ambon yang baru, Bapak Safruddin Jen, S.Hut., MM, yang menggantikan Bapak Plaghelmo Seran, S.Hut., M.Si yang beralih tugas. Pergantian pucuk pimpinan ini tidak serta-merta melemahkan hubungan yang telah terjalin — justru menjadi momentum memperkuat fondasi kerja sama yang sudah ada.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis yang menjadi peta jalan bagi sinergi kedua institusi ke depan.

Kolaborasi Nyata: Dari Ruang Kuliah ke Lapangan Hutan
Jurusan Kehutanan Unpatti bukan hanya mencetak sarjana namun merupakan pusat inovasi ilmiah yang menjadi mitra strategis bagi pengambil kebijakan. Banyak alumni Kehutanan Unpatti yang sudah menjadi pemimpin di Provinsi Maluku ini. Dalam pertemuan ini, kedua pihak menegaskan bahwa peran universitas sebagai mitra ilmiah dan BPHL sebagai fasilitator kebijakan adalah kombinasi ideal untuk menyelesaikan tantangan pengelolaan hutan di Maluku.

POIN-POIN KESEPAHAMAN STRATEGIS
- Penguatan kemitraan dalam bidang riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat berbasis hutan berkelanjutan
- Dukungan terhadap implementasi program FOLU Net Sink 2030 dan pengembangan karbon hutan di Maluku
- Pengembangan agroforestri produktif yang menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Penguatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkeadilan dan lestari

Maluku sebagai bagian dari Tata Kelola Hutan Nasional
Ambisi yang terlahir dari pertemuan ini tidak kecil. Dengan menggabungkan keahlian ilmiah Unpatti dan kapasitas BPHL di lapangan, kedua pihak optimis dapat menempatkan Maluku sebagai pionir dalam tata kelola hutan yang berkelanjutan di tingkat nasional — sebuah pengakuan atas kekayaan dan potensi luar biasa yang dimiliki kepulauan rempah ini.
“Sinergi antara keahlian ilmiah universitas dan peran fasilitasi BPHL diharapkan mampu menempatkan Maluku sebagai kawasan penting dalam agenda nasional pengelolaan hutan dan iklim — demi generasi Maluku yang akan datang”.

Mengapa Jurusan Kehutanan Unpatti?
Berada di jantung kawasan yang kaya biodiversitas, Jurusan Kehutanan Universitas Pattimura memiliki keunggulan unik: laboratorium alam hidup berupa hutan tropis Maluku yang menjadi objek dan subjek riset sekaligus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori tapi mereka terlibat langsung dalam proyek konservasi, pengelolaan karbon, dan pemberdayaan masyarakat adat sekitar hutan.

Kolaborasi dengan BPHL Wilayah XVI ini membuktikan bahwa lulusan Jurusan Kehutanan Unpatti akan memiliki jaringan, pengalaman lapangan, dan relevansi kebijakan yang dibutuhkan untuk berkarier di garda terdepan penyelamatan hutan Indonesia.